Satu Kebijakan Membuat Praktek Kefarmasian Komunitas Melesat
Pafi Kabupaten Riau – Di tengah dinamika pelayanan kesehatan primer dan tantangan pasca pandemi, sektor kefarmasian komunitas di Riau menghadapi kebutuhan besar akan reformasi. Banyak apotek desa masih terbatas dalam sumber daya, teknologi, dan pengembangan SDM. Namun segalanya berubah sejak kebijakan baru dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau diluncurkan pada awal 2025.
Kebijakan ini berfokus pada integrasi sistem layanan berbasis digital dan peningkatan kapabilitas tenaga teknis kefarmasian melalui pelatihan terakreditasi. Hasilnya? Lonjakan kualitas praktik kefarmasian yang tidak hanya terasa di pusat kota, tapi juga menjangkau pelosok kecamatan.
Salah satu poin paling revolusioner dari kebijakan kefarmasian komunitas Riau ini adalah adopsi platform digital untuk pencatatan resep, pemantauan stok obat, serta konsultasi farmasi daring. Kini, tenaga teknis kefarmasian dapat mengakses data pasien dengan lebih akurat dan cepat, meminimalkan risiko kesalahan pemberian obat, serta mempermudah kolaborasi dengan dokter Puskesmas setempat.
Lebih dari 78 persen apotek komunitas di Kabupaten Riau yang mengikuti program ini melaporkan peningkatan efisiensi layanan dalam tiga bulan pertama.
Baca Selengkapnya: Bukan Sekadar Alat Ini Solusi Cerdas untuk Hidup Lebih Mandiri
Modul pelatihan meliputi komunikasi pasien, penggunaan teknologi informasi kesehatan, serta farmakoterapi terkini untuk penyakit kronis.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi signifikan, termasuk dalam keterampilan komunikasi pasien, pemahaman interaksi obat, dan penyuluhan kesehatan di komunitas.
Tidak butuh waktu lama bagi masyarakat untuk merasakan manfaatnya. Kini, pasien di apotek desa tidak hanya dilayani oleh tenaga teknis kefarmasian yang ramah, tetapi juga profesional yang mampu memberi edukasi obat secara akurat dan menyeluruh.
Pasien merasa lebih percaya diri untuk berkonsultasi, terutama lansia dan mereka yang mengalami penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Pendekatan ini mendorong budaya penggunaan obat yang lebih bijak dan aman.
Pafi Kabupaten Riau memegang peranan penting dalam mensosialisasikan dan mengawal implementasi kebijakan ini. Pafi juga aktif menjembatani komunikasi antara tenaga kefarmasian, kepala fasilitas layanan kesehatan, dan dinas kesehatan agar setiap inovasi tetap kontekstual dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah dan asosiasi profesi sepakat bahwa transformasi ini harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.